_

_
LIVE Race silahkan bergabung di saluran BBM C00219FE7, Fanspage SUTUEMPATnet, Instagram : SATUEMPATnet

Saturday, 23 December 2017

Berbeda dengan Lorenzo, Stoner hanya butuh beberapa tikungan.

foto:AFP
Diharapkan akan seperti Casey Stoner oleh tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo tampil kurang memuaskan di awal musim bersama tim barunya itu. Menurut Cristian Gabarrini, Stoner leih mempunyai Insting dan lebih cepat meyelesaikan masalah daripada Lorenzo.

Gabarrini adalah Ketua kru tim Stoner saat di Ducati. Setelah juara dunia, Stoner pindah ke Repsol Honda dan juga juara dunia yang waktu itu Gabarrini juga ikut serta. Setelah Stoner pensiun dari MotoGP, Gabarrini gabung menjadi kru Lorenzo.

Dikontrak Ducati selama dua musim, Lorenzo diharapkan bisa juara dunia. Bahkan Ducati berani membayar paling mahal diantara pembalap MotoGP lainnya. Namun Lorenzo hanya bisa menempati posisi ketujuh klasmen pembalap akhir.

"Mereka pembalap hebat, keduanya sama-sama juara dunia, mereka terlahir untuk mengendarai motor. Namun perbedaanya adalah pada karakter dan cara pendekatan mereka pada motor"ucapa Gabarrini dikutip dari Motorsport.

"Berbeda dengan Lorenzo, Stoner hanya butuh beberapa tikungan untuk memahami motor. Jika Lorenzo tidak begitu. Lorenzo lebih teliti dan cermat"lanjutnya (se)