_

_
Balapan Selanjutnya, Red Bull Grand Prix of The Americas. 22 APRIL 2018

Tuesday, 3 January 2017

Ducati : Lihat saja, motor tanpa sayap tidak akan stabil

foto:gpone
Para penggemar MotoGP tentunya tidak sabar menantikan aksi para pembalap mengendarai motor tercepat di duniai musim depan. Dengan aturan baru di musim 2017 yang melarang penggunaan sayap motor, maka efek pada motor menurut Ducati tidak akan stabil, terutama saat pengereman.

GPOne berkesempatan bertanya kepada manajer tim Ducati Corse, Davide Tardozzi, secara spesifik tentang larangan penggunaan sayap (winglet) di fairing motor untuk MotoGP 2017. Berikut kami sarikan petikan wawancara yang juga menyinggung kans Lorenzo-Dovizioso menang bersama Ducati di tiga seri awal.

Ducati sedang merancang peralatan pelengkap aerodinamika baru untuk meningkatkan keselamatan?“Winglet membuat motor lebih stabil di trek lurus dan juga saat pengereman. Begitu juga menurunkan wheelies saat berakselerasi. Banyak pembalap kini menyadari, betapa kurang stabilnya motor mereka dalam pengereman. Kami ingin menekankan bahwa telah terjadi penurunan keselamatan.”

Jadi, mereka yang mengharapkan untuk melihat fairing revolusioner akan kecewa?“Kami akan berada di Sepang mulai 25 Januari, untuk melakukan tes perbandingan antara fairing lama dan baru dengan Michele Pirro dan Casey Stoner. Namun secara eksternal, Anda tidak akan melihat perbedaan besar.”

Secara aerodinamis, apakah ini merupakan sebuah kemunduran besar? Karena MV Agusta pernah menjajal sayap di fairing mereka di masa Phil Read dan Giacomo Agostini, Suzuki juga menggunakannya bersama Barry Sheene mulai 1976. Pertanyaanya kini: Bagaimana cara menggantikan fungsi dari winglet?“Dengan melakukan tes keseimbangan. Kami harus menemukan traksi yang sama juga. Kami akan mencoba menemukan komprominya.”

MotoGP 2017 akan dimulai di tiga seri yang cocok dengan kemampuan motor Ducati: Losail, Austin, dan Rio Honda. Kans tim Anda?“Ini berarti bahwa meraih kemenangan di sana juga akan lebih sulit, karena pesaing kami juga sudah bersiap mengganjal kami. Tes untuk kami yang sebenarnya, adalah pada seri keempat di Jerez, karena itu adalah trek di mana kami selalu banyak menemui kesulitan.”

Guna mempercepat pengembangan motor, Desmosedici GP17 ketiga dipercayakan kepada tim Pramac Ducati dengan pembalapnya Danilo Petrucci?“Jika diperlukan, jika ada sebuah evolusi yang tersedia hanya untuk satu motor, Dall’Igna bisa memutuskan untuk melakukan tes itu yang pertama untuk Petrucci.”

Targetnya adalah merebut gelar juara dunia?“Ketika pabrikan telah mendatangkan juara dunia tiga kali (Lorenzo), Anda tidak dapat bersembunyi di balik jari. Targetnya adalah meraih gelar juara dunia pada 2018.”

Rival utama Ducati adalah Honda, Yamaha, dan bahkan Suzuki pada 2017?“Mereka memiliki pembalap juara dunia dalam timnya, mereka telah menunjukkan apa yang mereka mampu. Suzuki, di sisi lain memiliki Iannone, pembalap yang amat kami hargai.” 
sumber:sportsindo