_

_
Balapan Selanjutnya, Gran Premi Monster Energy de Catalunya. 17 Juni 2018

Thursday, 1 December 2016

Marquez mengakui, Dia sangat tertekan sebelum mengunci gelar

berita motogp Marquez mengakui, Dia sangat tertekan sebelum mengunci gelar
foto:motogp

Meraih gelar juara dunia 2016 di empat seri tersisa, Marc Marquez bukan tanpa masalah. Selain masalah teknis, Dia juga mengalami tekanan sebelum gelar tersebut benar-benar miliknya.

Memulai musim dengan motor yang tidak sempurna, Marquez tidak terlalu agresif. Dilihat dari statistik atau catatan waktu, motor Hondanya kalah cepat dibanding tim Movistar Yamaha. Honda mempunyai masalah akselerasi hampir sepanjang musim.

Tetapi bukan karena cepatnya Marquez yang mengantarkannya juara dunia. Dua rivalnya Velentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang tidak konsisten yang berperan besar mengantarkan Marquez mengunci gelar, terutama di Seri Motegi dimana Rossi dan Lorenzo gagal finis. Di Motegi inilah Marquez mengunci gelar.

Kerena masalah kurang cepatnya motor Honda adalah salah satu yang membuatnya tertekan. Bahkan juara dunia tiga kali MotoGP itu mengaku 2016 adalah musim yang tekananya terbesar dibanding musim-musim sebelumnya.

"Saya tidak mengatakan bahwa saya tidak pernah merasakan tekanan. Tapi 2016 adalah tekanan yang saya rasakan sangat besar"kata Marquez di berita MotoGP motorsport.

"Tekanan itu sungguh menggangu, membuat Anda tidak nyaman dan merasa terganggu. Itu (tekanan) akan menguras energi Anda dan seakan hancur di akhir pekan"lanjut Marquez.

Tetapi, Marquez mempunyai tim yang solid dan selalu mendukungnya. Tim inilah yang membantu menurunkan tekanan yang ada padanya.

"Honda sudah saya anggap sebagai sodara saya. Mereka tidak hanya membicarakan balapan. Itu yang membuat saya sedikit bersantai"ungkap Marquez (ms)