_

_
Balapan Selanjutnya, Red Bull Grand Prix of The Americas. 22 APRIL 2018

Sunday, 11 December 2016

Dorna Menyuruh Pembalap Saling Membenci Satu Sama Lain

 

Berita MotoGP Dorna Menyuruh Pembalap Saling Membenci Satu Sama Lain
foto:satuempat
BOLOGNA - Seperti diketahui, Dorna sudah lama berkecimpung sebagai pengelola sebuah kejuaraan dunia balap motor. Karena perusahaan yang berbasis di Madrid tersebut, sejak 1992 sudah menjadi pemegang hak komersial eksklusif dan hak siar televisi Kejuaraan Dunia Balap GP Motor (kini MotoGP).

Pada Jumat (9/12/2016) seperti dilaporkan GPOne, pembalap WSBK dari tim Aruba.it Ducati, Chaz Davies, baru saja mengungkap keburukan Dorna Sports. Menurut juara dunia World Supersport (600cc) 2011 bersama Yamaha tersebut, perusahaan profesional pengelola WSBK itu, telah melontarkan peraturan tidak tertulis kepada setiap pembalap.

Tujuannya, agar tercipta rivalitas di luar lintasan antar sesama pembalap motor kelas produksi 1000cc. Namun, tampaknya ada maksud tersembunyi lain dari Dorna. Dengan terciptanya rivalitas antar pembalap tidak hanya di dalam lintasan, maka berbagai media massa dunia bakal lebih tertarik dan intens lagi menyorot WSBK. Artinya, siaran langsung WSBK dan juga profil setiap pembalap dan timnya, bakal makin populer ke seluruh dunia.

Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Chaz Daviez yang musim lalu finis sebagai runner-up klasemen akhir, dan musim ini turun ke peringkat ketiga, keduanya ketika membela tim Ducati. “Dorna duduk bersama kami (para pembalap WSBK) dan menyuruh kami , agar kami lebih sering beradu argumen, dan juga memiliki rasa saling membenci antar sesama pembalap,” sembur Chaz Davies kepada MCN Sport.

“Saya duduk bersebelahan dengan Jonathan Rea (juara WSBK 2015-16) dan mereka (Dorna) melihat ke arah kami berdua, seraya menyuruh kami, untuk menciptakan hal yang mereka kemukakan tadi,” imbuh Chaz, yang pada 2007 melakukan debut MotoGP bersama tim Pramac D’Antin Ducati di Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat (finis ke-16).

“Saya memahami apa yang mereka katakan, saya mengerti maksud mereka. Tapi, saya di sini (lintasan) untuk melakukan balapan motor dan tidak peduli jika saya harus bermasalah dengan pembalap di sebelah saya. Jika seseorang ingin jatuh (di aspal dan keluar lintasan) bersama saya, itu bagus. Karena saya akan menggeber motor lebih cepat ketika saya merasa marah. Namun, saya tidak akan berusaha mencari sebuah perkelahian (perseteruan antar pembalap),” tutup Davies.

Sedang eks direktur eksekutif WSB Dorna yang juga jadi salah satu pengelola MotoGP, Xavier Alonso, membalas komentar dari Chaz Davies. “Para pembalap top WSBK dalam keadaan nyaman di sana. Mereka butuh lebih banyak bertarung, ini adalah hal yang saya minta (kepada mereka) di sepanjang waktu. Mereka merupakan pembalap yang fantastis. Tapi, saya tidak ingin melihat sebuah keluarga bahagia di paddock. Saya mau melihat sebuah full balapan (di dalam maupun di luar lintasan),” sembur Alonso.

Ah, kalau kita para pecinta MotoGP dan WSBK atau F1 mau menduga. Bisa jadi, perseteruan atau rivalitas di luar lintasan antara beberapa pembalap top di kejuaraan tersebut, misalnya antara Valentino Rossi dengan Jorge Lorenzo di tim Yamaha, atau Rossi dengan Marc Marquez. Mungkin tercipta dari ide Dorna yang mau melihat itu terealisasi. Bagaimana tanggapan Anda? 
sumber:http://sports.sindonews.com/read/1161819/53/dorna-menyuruh-pembalap-saling-membenci-satu-sama-lain-1481279413