_

_
Balapan Selanjutnya, Red Bull Grand Prix of The Americas. 22 APRIL 2018

Thursday, 21 July 2016

Pro Kontra Penggunaan Tim Radio di MotoGP

Pro Kontra Penggunaan Tim Radio di MotoGP

Tidak adanya komunikasi yang baik antara tim dan pembalap akan menimbulkan masalah untuk hasil balapan. Oleh kerena itu ada usulan diberlakukannya Radio tim seperti yang sudah diterpakan di Formula 1 (F1)

Rossi yang gagal memperoleh podium di Jerman dan bahkan gagal finis di Belanda, tidak mau disalahkan dan terkesan menyalakan tidak adanya komunikasi yang baik antar pembalap dan tim. 

Selama ini di MotoGP menggunakan papan informasi manual utuk pembalap. Tim biasanya menginformasikan tentang, posisi pembalap, jarak depan dan belakang dengan pembalap lain, lap tersisa dan tim memerintak kepada pembalap utuk masuk pit guna mengganti motor.

Berbeda dengan F1 yang sudah menggunakan tim radio. Sehingga sepanjang balapan, tim dan pembalap dapat berkomunikasi. Namun aturan baru F1 membatasi komunikasi tersebut agar pembalap lebih mandiri, tidak hanya mengandalkan tim masalah strategi.

Rossi mengusulkan adanya komunikasi Radio seperti yang sudah diterpakan di Formula1. "Jika radio bisa diterpakan itu lebih bagus, tapi tidak tahu kenapa tidak ada"ucap The Doctor

Namun berbeda dengan pendapat Marquez yang kurang setuju dengan penggunaan radio, kerena bisa menggagu balapan. Masalah strategi balap bisa direncanakan secara matang sebelum balapan.

"Saya rasa tim radio tidak perlu. Bisa Anda bayangkan, Anda melaju dengan kecepatan rata-rata 200km/jam dan ada orang bicara pada Anda. Masalah strategi bisa dibicarakan sebelum balapan dimulai"kata Marquez di Motorsport.

Pembalap Ducati, Dovizioso terkesan netral "Saya rasa baik menggunakan radio, itu akan mempermudah strategi, namun saya lebih nyaman dengan membalap seperti sekarang"kata Dovi (se)