_

_
Balapan Selanjutnya, Red Bull Grand Prix of The Americas. 22 APRIL 2018

Thursday, 5 May 2016

Ducati: 'Sayap Motor Tidak Berbahaya'


Dari awal kemunculannya sayap yang pertama kali diperkenalkan Ducati di motor MotoGP itu menjadi pro kontra. Puncaknya di balapan Argentina, sayap kiri bagian depan sepeda motor Andrea Iannone diklaim mengenai pembalap Repsol Honda Marc Marquez.

Tetapi Manajer Umum tim Ducati Corse Gigi Dall’Igna mengatakan penggunaan sayap tersebut tidaklah berbahaya. Menurut Dia sayap itu bermanfaat untuk meningkatkan aerodinamika sepeda motor.  

Ia juga menegaskan, seharusnya sayap itu dikembangkan, bukan malah dilarang seperti yang sudah dilakukan di moto3 dan moto2, yaitu penggunaannya sudah dilarang. 

Ducati memakai pertama kali sayap tersebut tahun 2015. Lalu beberapa bulan kemudian Yamaha juga mencoba menerapkan sayap, disusul Honda saat tes di Qatar tahun ini. Terakhir tim balap Suzuki dan Aprilia juga coba menerapkannya dalam MotoGP di Jerez, Spanyol, dua pekan lalu.


“Ada banyak pembicaraan tentang risiko keselamatan sayap tetapi sejujurnya saya tidak mengira segala hal yang terjadi membawa kita mengatakan bahwa sayap itu berbahaya,” tukas Dall’Igna seperti dikutip dari Crash. dan ditulis ulang cnnindonesia

“Dalam kasus Iannone dan Marquez di tikungan pertama MotoGP Argentina, sayap kiri dari motor kami rusak dan Marquez tidak menderita kerusakan apapun atau sebuah masalah yang mungkin terjadi dalam sebuah kontak yang normal. Dan tentu bagian lain [sepertibagian stang dan juga pijakan kaki] bisa menjadi lebih berbahaya apabila terjadi kontak.”


Kegunaan sayap adalah untuk menciptakan tenaga di bagian depan motor saat berakselerasi setelah keluar tikungan. Dall’Igna mengatakan pengurangan tendensi motor kepada roda justru bisa memacu peluang keselamatan lebih tinggi.

“Saya percaya bahwa kita semua setuju ketika kita menegaskan roda depan motor tetap di trek saat berakselerasi lebih aman dibandingkan ketika roda berada di udara,” ujar Dall’Igna.

“Saya berharap para intelektual jujur dan gagasan umum terjadi sehingga kami bisa melanjutkan kerja pada aerodinamika dengan jelas dan lebih diatur mendetail,” sambung Dall’Igna.