_

_
Balapan Selanjutnya, Red Bull Grand Prix of The Americas. 22 APRIL 2018

Thursday, 14 April 2016

Rifat : 'Rio Sudah Menyumbang Lebih 1 Triliun Untuk Indonesia'


Rio Haryanto, namanya selalu menjadi berita beberapa bulan terahir ini, ada pro dan kontra mulai dari masalah biaya untuk mengikuti balapan formula1 yang sangat mahal sampai masalah kemampuan pembalap muda ini.

Sementara ini hanya pertamina yang menjadi seponsor, dan masih belum membayar penuh semua yang diminta tim Manor Racing yaitu 15juta Euro atau setara 225 Milyar. 

Bagi yang pro, dana tersebut tergolong kecil dibanding dampak yang ditimbulkan jika Rio bisa mengikuti balapan penuh musim ini. Untuk yang kontra dana tersebut terlalu besar apalagi hanya untuk satu orang, "perhatikan atlet-atlet lain" ada yang berkomentar seperti itu.

Meskipun ada pro kontra, pada akhirnya pemuda berumur 23 tahun ini bisa mengikuti balapan di ajang bergengsi Formula1. Di seri Australia ia gagal finis karena masalah mobil. Seri kedua Bahrain finis ke 17 dari 22 pembalap.

Media dunia khususnya Indonesia memberitakan Rio tiada hentinya. Ekspos besar itulah yang dinilai sudah meningkatkan nilai komersial pariwisata Indonesia. Soal hal itu, pembalap nasional, Rifat Sungkar, mengungkapkan pendapatnya.

"Sejak Rio ada di F1 dua seri ini saja, berapa nilai komersial yang sudah diterima oleh pariwisata Indonesia? Mungkin lebih dari Rp 1 triliun. Nama Indonesia sudah terangkat, kalau orang pintar pasti berpikir ke situ. Kalau yang tidak pasti berpikir mengapa dia tidak menang," kata Rifat seusai peluncuran Program Pertamax Motorsport di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/4/2016). dikutip dari detiksport

Akan tetapi manajemen Rio harus melunasi sisa pembayaran yang masih belum dibayarkan agar bisa mengikuti balapan penuh.

Sejauh ini baru Pertamina yang menjadi sponsor dengan nilai 5 juta euro. Pihak Kementerian Pariwisata yang diharapkan bisa menempelkan kampanye, 'Wonderful Indonesia' akan memberi bantuan senilai Rp 5-6 miliar. Jumlah itu dinilai oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi masih terlalu sedikit.