_

_
LIVE Race silahkan bergabung di saluran BBM C00219FE7, Fanspage SUTUEMPATnet, Instagram : SATUEMPATnet

Wednesday, 20 April 2016

Jangan Bebani Rio Dalam Kokpit F1


Rio Haryanto selalu memetik hasil kurang memuaskan dalam tiga seri balapan Formula 1. Seri pertama di Australia Dia tidak finis karena masalah mobil, Bahrain dan China selalu finis di belakang rekan satu timnya, Pascal Wehrlein. Sebagian publik Indonesia kurang puas dengan hasil tersebut, megganggap Rio tidak sebagus pembalap-pembalap lain.

Di Bahrin pembalap 23 tahun ini finis diposisi 19 dari 22 pembalap. Seri ketiga China Rio berhasil didepan pembalap Renault Jolyon Palmer, juara dunia GP2 2014 dan di tim yang pernah melahirkan juara dunia. Tetapi orang-orang diluar F1 mungkin berpikir menang, menang dan menang! atau dapat poin.

Tidak semudah itu. Kalau Anda penggemar F1, tentu Anda ingat Fernando Alonso, Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen memulai karir dengan bergabung bersama tim-tim 'gurem'. Waktu itu para juara dunia tersebut namanya tidak banyak dikenal, saat balapan kamera tak banyak meyorot. 

Mungkin pembalap beruntung, adalah Hamilton, rooke yang langsung bergabung dengan tim besar, McLaren Mercedes dan hampir juara dunia di musim pertamanya (2007), selisih 1 poin dengan sang juara dunia, Kimi Raikkonen. Lalu tahun 2008 pembalap Inggris itu juara dunia

Tugas Rio sekarang adalah bisa finis di setiap seri dan mengalahkan rekan satu timnya. Tapi mana? Rio selalu kalah dengan Pascal Wehrlein?. Ingat ini baru berjalan 3 seri, masih ada 18 seri tersisa. Ini juga pertama kalinya Rio di kokpit F1. Berbeda dengan Pascal, pembalap Jerman itu sudah 2 tahun menjadi pembalap penguji Mercedes, tentunya lebih berpengalaman.

Manor juga bukan tim papan atas. Lihat McLaren-Honda tim besar yang diperkuat dengan dua juara dunia, Alonso dan Button, sampai tiga seri ini belum juga mendapatkan poin.

Seri selanjutnya digelar di Rusia. Diaharapkan kita semua memberi dukungan pada pembalap yang berasal dari Solo ini. Biarkan Rio beradaptasi dengan mobil, Sirkuit, Tim dan suasana di F1. Masalah dana yang diserahkan pada Manor juga belum juga beres. Jika Rio terbebani banyak hal, bukan tidak mungkin akan selalu mendapatkan hasil tak memuaskan.

Jadi, Sukses untuk Rio, harumkan nama Indonesia di Dunia