_

_
Balapan Selanjutnya, Gran Premi Monster Energy de Catalunya. 17 Juni 2018

Monday, 14 March 2016

Yang Beda di F1 2016

Kris Fathoni W - detikSport
Yang Beda di F1 2016
Getty Images/Mark Thompson

Jakarta - Ada beberapa hal yang berbeda dari F1 2016 dibandingkan dengan musim sebelumnya. Apa saja?

Relatif tidak banyak perubahan yang terjadi untuk F1 musim ini. Hal itu tidak lepas dari perubahan besar yang direncanakan untuk tahun depan.

Seperti dirangkum dari Formula1.com, berikut hal-hal yang berbeda dari F1 musim ini dibandingkan musim sebelumnya.

Layout knalpot
Untuk meningkatkan suara mesin, tim-tim kini harus menggunakan pipa knalpot berbeda untuk turbin dan wastegage alih-alih knalpot tunggal yang digunakan pada 2012. Peraturan mengizinkan opsi untuk menggunakan pipa ganda buat wastegate walaupun jaraknya tidak boleh lebih dari 100mm dari pipa utama.

Batasan mesin
Dengan jumlah seri balapan meningkat dari 19 menjadi 21 musim ini, jumlah mesin yang dapat digunakan masing-masing pebalap sepanjang musim sudah meningkat dari empat menjadi lima. Ini juga akan berimbas pada mekanisme penalti grid.

Pengembangan mesin
Setiap pabrikan akan mendapat 32 token mesin untuk melakukan pengembangan di tengah musim. Mereka dapat menggunakannya dengan pertimbangan sendiri.


[Mark Thompson/Getty Images]

Keamanan kokpit
Struktur pelindung kepala di kedua sisi kokpit sekarang 20mm lebih tinggi daripada sebelumnya dan mampu menahan tekanan 50N per 30 detik.

Ban
Pirelli memperkenalkan kompon ban kelima untuk koleksi ban cuaca kering. Ban ungu ultralunak bergabung dengan oranye yang keras, medium putih, kuning lunak, dan superlunak berwarna merah.

Pirelli akan membawa tiga kompon untuk masing-masing balapan, dengan setiap pebalap mendapat 13 set. Dua set di antaranya akan dinominasikan Pirelli untuk balapan, dengan set ketiga dicadangkan untuk Q3. Selebihnya setiap pebalap bebas memutuskan kompon bannya.

Di Melbourne, misalnya, Lewis Hamilton memilih satu set medium, enam set lunak, dan enam set superlunak, sedangkan Nico Rosberg yang rekan setimnya di Mercedes memilih dua set medium, lima set lunak, dan enam set superlunak. Para pebalap Ferrari menjatuhkan pilihan serupa dengan Rosberg, sedangkan duo Williams memilih satu set medium, lima set lunak, dan tujuh superlunak.


[Mark Thompson/Getty Images]

Tujuan hal tersebut adalah bahwa di dalam pembatasan seleksi Pirelli per balapan secara keseluruhan, para pebalap tetap punya ruang lingkup untuk membuat pilihan-pilihan strategis terkait gaya membalapnya, karakteristik mobil, dan gaya setiap lintasan.

Pirelli juga mengubah konstruksi setiap bannya; ban tersebut akan tetap aus ketika sudah digeber sampai titik tertentu, tapi pada proses itu tidak lagi serentan sebelumnya saat terlalu panas sehingga membuat para pebalap bisa lebih mendekati ambang batasnya alih-alih menahan diri dan berusaha menunda momen saat bannya 'habis'.

Virtual Safety Car (VSC)
VSC sekarang dapat digunakan dalam sesi-sesi latihan dan juga balapan demi mengurangi waktu yang terbuang, sedangkan DRS akan segera bisa digunakan lagi selepas periode VSC.


[Clive Mason/Getty Images]

Analisis kecelakaan
Untuk alasan analisis kecelakaan, setiap mobil akan dipasangi kamera berkecepatan tinggi dan setiap pebalap harus mengenakan akselerometer di telinga pada setiap balapan dan tes yang melibatkan lebih dari satu tim.

Pembatasan komunikasi radio
Sebagai tambahan dari pembatasan komunikasi radio yang diperkenalkan tahun lalu, dalam usaha membuat para pebalap lebih mengandalkan diri sendiri dengan mengurangi peran teknisi, kini ada pembatasan lebih lanjut dalam hal tersebut.

Penggunaan transmisi radio memang diyakini para prinsipal tim sudah membuat para penggemar seperti jadi ikut berkendara di dalam mobil dengan para pebalap. Tapi pembatasan saat ini ditujukan agar para pebalap kini lebih independen dan membuat keputusan sendiri.

Saat balapan tim-tim masih diizinkan menggunakan radio untuk mengingatkan pebalapnya atas bahaya di lintasan, seperti kondisi lintasan macam cuaca, tumpahan oli, atau puing-puing dari mobil lain, dan sebagainya; untuk menginformasikan kalau mobilnya punya situasi kritis seperti pecah ban atau mesin yang terlalu panas; juga menginformasikan kalau mobil rival punya masalah; menginstruksikan pebalap untuk masuk pit atau harus menyudahi balapan; dan memberi informasi akan situasi seperti munculnya kibaran bendera marshall di tikungan tertentu, penghentian balapan atau instruksi yang didapat dari race control.


[Peter Fox/Getty Images]

Yang tidak dapat dilakukan sedari sinyal satu menit sampai sinyal start balapan adalah menginstruksikan pebalap untuk melewati jalur pit, ke grid paling belakang, membahas keseimbangan mobil, atau melakukan cek radio. Namun, dalam putaran mengecek grid mereka masih bisa melakukan pembahasan pada umumnya.

Hal ini dilakukan untuk berusaha membuat balapan jadi lebih sukar ditebak dan mendorong terjadinya human error. Walhasil setiap pebalap punya ruang gerak lebih besar dalam strategi balapnya, mengatur gaya mesinnya, dan memilh ban, bahkan mungkin sampai pengaturan kapan harus masuk pit. Itu juga diharapkan membuat pebalap jadi tidak terlalu bergantung pada algoritma-algoritma dari teknisinya untuk memaksimalkan segala sesuatu.

Tes
Jumlah tes pramusim sudah dipangkas dari tiga menjadi dua. Artinya tim-tim kini cuma punya waktu tes total delapan hari menjelang musim baru dibandingkan 12 hari yang mereka miliki tahun lalu.


[Mark Thompson/Getty Images]

Kualifikasi
Sebuah perubahan berupa kualifikasi berdasar sistem eliminasi sudah disetujui. Tiga segmen berbeda dalam kualifikasi masih dipertahankan, tapi dengan format berbeda.

Q1
- 16 menit
- Setelah 7 menit pebalap paling lambat tereliminasi
- Setelah itu setiap 90 detik sekali pebalap paling lambat akan tereliminasi sampai berakhirnya sesi dan 15 mobil tersisa
- 7 pebalap tereliminasi, 15 pebalap maju ke Q2

Q2
- 15 menit
- Setelah 6 menit pebalap paling lambat tereliminasi
- Setelah itu setiap 90 detik sekali pebalap paling lambat akan tereliminasi sampai berakhirnya sesi dan delapan mobil tersisa
- 7 pebalap tereliminasi, delapan pebalap maju ke Q3

Q3
- 14 menit
- Setelah 5 menit pebalap paling lambat tereliminasi
- Setelah itu setiap 90 detik sekali pebalap paling lambat akan tereliminasi sampai berakhirnya sesi dan dua mobil tersisa
- 2 pebalap tersisa akan bertarung untuk pole

Musim terpanjang
Kembalinya GP Jerman di Hockhenheim pada akhir Juli dan seri Eropa di Baku membuat jumlah seri balapan pada 2016 menjadi 21 yang merupakan sebuah rekor. Sirkuit jalan raya di Baku akan menghelat balapan perdana pada 17-19 Juni, sepekan usai Kanada, dan secara historis menandai balapan pertama di Azerbaijan.

Tim
Renault kembali ke balapan F1 sebagai pabrikan secara penuh untuk kali pertama sejak 2009. Tim Haas besutan Gene Haas akan menjalani debut di F1 dan menjadi tim pertama AS sejak kali terakhir pada 1986 silam.

Pendatang baru
Untuk kali pertama dalam sejarah Indonesia akan memiliki pebalap di F1, atas nama Rio Haryanto. Berkiprah di bawah panji Manor, Rio menjadi satu dari tiga debutan di lintasan; rekan setimnya Pascal Wehrlein dan Jolyon Palmer di Renault.


[Mark Thompson/Getty Images]