_

_
Balapan Selanjutnya, Red Bull Grand Prix of The Americas. 22 APRIL 2018

Wednesday, 30 March 2016

Angin Surga Balapan Motogp Indonesia.

Kabar akan diselenggarakannya Motogp di Indonesia sudah begulir berbulan-bulan, bahkan hampir satu tahun ini. Beritanya selalu simpang siur. Sirkuit yang ditunjuk mulai dari Sentul, Senayan sampai Palembang semuanya belum atau tidak jelas. Sebenarnya, kenyataan, khayalan atau harapan motogp di Negara kita?

Kabar sebelum yang terbaru adalah Pemerintah meminta Sentul gelar balapan satu musim saja. Jelas pihak Sirkuit tidak setuju karena rugi dibanding biaya renovasi yang begitu mahal. Minimal tiga musim permintaan manajemen Sentul.

Kabar terbaru Senayan dan Palembang di tolak untuk dijadikan sirkuit jalanan. Juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto mengatakan, Kementeri Pekerjaan Umum telah berkomunikasi dengan Ikatan Motor Sport Indonesia (IMI) soal wacana jalanan Senayan menjadi sirkuit.

"Sulit jika di jalanan Senayan. Panjang lintasan 4,2 KM, track lurus 900 meter. Belum lagi, berapa banyak tikungan. Apalagi, berbenturan dengan renovasi GBK (Gelora Bung Karno), dikhawatirkan akan menggangu," kata Gatot di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat 29 Januari 2016. Dikitip dari Viva.co.id


Sedangkan soal rencana pembangunan di Palembang, juga sepertinya sulit dilakukan. Gatot menuturkan, menurut Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir, setidaknya dibutuhkan minimal 100 hektare, atau 150 hektare dengan lahan parkir.

"Palembang juga tidak cocok. Sebab, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin hanya membantu 20 hektare. Itu pun masih dengan syarat," tambahnya.

Sebelumnya, Kemenpora melakukan rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, Menteri PU dan Pera Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua KOI Erick Thohir, Ketua KONI Tono Suratman, dan Pihak-pihak terkait lainnya.

Jadi sebenarnya harapan, khayalan atau kenyataan yaa... Atau selamanya kita hanya menonton siaran langsung di televisi saja. Kita tunggu..