_

_
LIVE Race silahkan bergabung di saluran BBM C00219FE7, Fanspage SUTUEMPATnet, Instagram : SATUEMPATnet

Advertisement

Tuesday, 16 January 2018

Ducati sudah meluncurkan motor 2018

foto:Instagram @ducatimotor
Tim Ducati sudah resmi meluncurkan motor untuk balapan MotoGP musim depan. Desmosedici namanya, tampil dengan wajah baru: kombinasi warna merah, abu-abu, dan putih.

Peluncuran itu di Bologna, Senin 15 Januari 2018 sore waktu Indonesia barat. Acara tersebut dibuka oleh CEO Ducati Claudio Domenicali, lalu berturut-turut para pejabat dan petinggi tim yang lainnya.

Manajer Umum Luigi Dall'Igna memberikan sedikit gambaran dan apa yang bisa diharapkan dari Desmosedici 2018. Manajer Tim Davide Tardozzi dan Direktur Olahraga Paolo Ciabatti lalu melanjutkan memberi sambutannnya. dikutip dari detiksport.

Momen yang dinantikan pun tiba, ketika motor utama Ducati untuk musim 2018 diperkenalkan untuk kali pertama. Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo masuk ke panggung dengan motor masing-masing, dibumbui musik latar yang dramatis.

Desmosedici 2018 pun pada prosesnya menunjukkan rupanya sepenuhnya. Musim ini mereka tampil lebih garang dengan penambahan unsur warna abu-abu, di tengah warna khas mereka yakni merah dan putih.

Selain itu tampak pula fairing lebar Desmosedici dengan winglet-nya. Untuk sektor performa sendiri, Ducati menjanjikan tenaga yang lebih besar dan tunggangan yang lebih enak dan mudah dikontrol.(se)
 

Saturday, 13 January 2018

Ini Manajer Tim Honda yang baru

Alberto Puig (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Livio Suppo sebagai manajer tim Repsol Honda beberapa minggu lalu sudah mengundurkan diri. Kini Honda sudah menunjuk penggantinya yaitu Alberto Puig.

Puig adalah mantan mentor Dani Pedrosa selama bertahun-tahun. Dia juga mantan pembalap kelas 250cc dan 500cc pada musim 1987-1997.

Pada 16 Januari besok, Puig akan berulang tahun yang ke-51. Jabatan yang pernah ditempati di Tim Honda adalah penasehat HRC dan direktur Asia Talent Cup dan British Talent Cup.

Karena kedekatannya dengan Honda itu, Puig dinilai yang paling tepat sebagai pengganti Suppo. Kini Puig bertugas untuk mempertahankan Triple Crown 2017 Honda, juga mulai merancang line-up Repsol Honda untuk musim 2019 mendatang.

"Saya sangat bersyukur dengan kesempatan yang telah diberikan Repsol Honda kepada saya."kata Puig dikutip dari Crash.net (se)

Thursday, 11 January 2018

Zarco : Disukai atau dibenci Rossi, itu membuat saya terkenal

foto:johannzarco.com
Pembalap Yamaha Tech3, Johann Zarco mengaku senang senang saja dibicarakan oleh seniornya, Valentino Rossi. Menurutnya, semakin banyak dibicarakan Rossi, Zarco akan semakin terkenal, baik Rossi membicarakan kekurangan maupun kelebihan Dia.

Zarco adalah juara dunia Moto2 musim 2016. Musim 2017, pembalap Prncis itu masuk di kelas MotoGP. Karena tim-tim utama sudah diisi pembalap top, maka Zarco terpaksa harus berlabuh di tim satelit Yamaha, yaitu Yamaha Tech3. 

Meskipun bersetatus sebagai pembalap baru dan 'hanya' di tim satelit, Zarco mencuri perhatian dengan seringnya memimpin balapan meskipun belum pernah menang. Tapi beberapa podium sudah di raih di musim 2017. Di klasmen pembalap akhir, Dia berada di posisi enam. Hanya selisih 34 poin dari Valentino Rossi.

Rossi sering membicarakan Zarco karena prestasinya, selain itu Zarco juga beberapa kali bertarung bahkan bersenggolan dengan Rossi. Puncaknya di Sirkuit Amerika. Dimana Zarco meyenggol Rossi dari sisi dalam dan membuat seniornya itu keluar lintasan.

"Ketika Anda dibicarakan Rossi, Anda akan menjadi terkenal. Termasuk saya. Karena setiap bicaranya, orang selalu memperhatikan"ucap Zarco di GPone.

"Di awal musim, Dia bicara tentang gaya balap saya di Moto2 yang kurang oke. Di akhir musim, Dia bicara bahwa saya yang tercepat. Baik buruk yang Ia bicarakan tentang saya, saya akan semakin terkenal"tutup Zarco (se)
 

Saturday, 30 December 2017

Bos Honda : Zarco belum tentu cepat, tapi Yamaha yang mudah dikendarai

foto:AFP
Lucio Cecchinello, Bos yim LCR Honda juga ikut mengamati sepak terjang pembalap Yamaha Tech3, Johann Zarco. Menurutnya belum tentu Zarco cepat, tapi mungkin motor Yamaha yang dikendarainya mudah dikendalikan.

Zarco sang juara dunia Moto2 musim ini naik ke kelas paling bergengsi. Belum pernah menang, namun Zarco sering bertarung dengan pembalap papan atas. Beberapa kali podium dan pernah juga sesekali memimpin balapan. Padahal Zarco pembalap baru di MotoGP dan berada tim satelit (bukan tim utama) Yamaha.

Di akhir musim, Zarco mencatatkan diri di posisi enam klasemen akhir pembalap. Suatu prestasi yang membaggakan dengan status pembalap Rooke

"Mungkin semua akan bilang, wah, Zarco hebat bisa bertarung di papan atas dengan di tim satelit. Tapi kesuksesannya terdiri dari dua macam"kata Cecchinello dikutip speedweek.

"Pertama kesuksesan Zarco karena bakat dan potensi Dia yang sangat bagus. Lalu kedua, kemungkinan motor Yamaha lebih mudah dikendarai"lanjut Cecchinello. (se)